sosiologi

sosiologi
tokoh

Sabtu, 31 Desember 2011

INTERAKSI SOSIAL

 INTERAKSI SOSIAL
  1. INTERAKSI SOSIAL DALAM DINAMIKA KEHIDUPAN SOSIAL
Kata interaksi berasal dari kata “inter” yang artinya “antar” dan “aksi” yang artinya tindakan. Interaksi berarti antar tindakan. Kata sosial berasal dari “sosious” yang artinya teman atau kawan, yaitu hubungan antar-manusia.
Interaksi sosial terjadi ketika ada seseorang atau kelompok orang melakukan seatu tindakan kemudian dibalas oleh pihak lain (individu atau kelompok) dengan prilaku atau tindakan tertentu.
Proses berlangsungnya interaksi dapat digambarkan sebagai berikut:
1.      Ada dua orang atau lebih
2.      Terjadi kontak sosial ( hubungan sosial)
3.      Terjadi komunikasi sosial
4.      Terjadi reaksi atas komunikasi
5.      Terjadi hubungan timbal balik yang dinamik di antara individu dan kelompok dalam masyarakat
Bardasarkan proses tersebut, dapat diketahui bahwa ada dua syarat utama terjadinya interaksi sosial, yaitu kontak dan komunikasi sosial. Kontak adalah hubungan yang terjadi di antara  dua individu atau kelompok. Kontak dapat berupa kontak fisik, misalnya dua orang bersengolan atau bersentuhan, dapat juga nonfisik, misalnya tatapan mata antara dua orang yang saling bertemu.
Sedangkan komunikasi merupakan proses penyampaian pesan atau informasi dari suatu pihak    ( individu atau kelompok) kepada pihak lain ( individu atau kelompok) menggunakan simbol-simbol . simbol dalam komunikasi dapat berupa apa saja yang oleh penggunanya diberi makna tertentu, bisa berupa kata-kata, benda, suara, warna, gerakan anggota benda atau syarat.
            Kontak dan komunikasi sebagai syarat utama terjadinya interaksi sosial dapat berlangsung secara primer maupun sekunder. Kontak atau komunikasi primer adalah berlangsung secara tatap muka ( face to face ), sedangkan kontak atau komunikasi sekunder dibedakan menjadi dua macam, yaitu langsung dan tidak langsung. Kontak atau komunikasi sekunder langsung terjadi melalui komunikasi, seperti surat, e-mail, telepon, video call, chating, dan semacamnya, sedangkan kontak atau komunikasi sekunder tidak langsung terjadi melalui pihak ketiga.
  1. Faktor-faktor yang mempengaruhi interaksi sosial
Interaksi sosial baik yang berlangsung antara individu dengan individu, individu dengan kelompok, atau kelompok dengan kelompok, dipengaruhioleh faktor-faktor imitasi, identifikasi, sugesti,dan simpati
1.      Imitasi merupakan tindakan meniru pihak lain, dalam hal tindakan dan penampilan, seperti cara berbicara, cara berjalan, cara berpakaian, dan sebagainya. Seorang individu melakukan imitasi semenjak dalam lingkungan keluarga, teman sepermainan, ataupun teman sekolah, meskipun demikian imitasi juga dapat berlangsung melalui media massa, misalnya televise, radio, maupun internet.
2.      Identifikasi juga merupakan proses meniru, tetapi berbeda dengan imitasi, meniru pada identifikasi diikuti dengan pemberian makna. Apabila seseorang mengidentifikasi sirinya terhadap seseorang, maka dapat diartikan individu tersebut sedang menjadikan dirinya seperti orang lain tersebut, baik dalam tindakan maupun nilai-nilai, ideology atau pandangan hidup tokoh yang dijadikannya sebagai rujukan atau acuan.
3.      Sugesti merupakan pengaruh yang diterimah oleh seseorang secara emosional dari pihak lain, misalnya pengaruh dari tokoh yang kharismatik, orang pandai, seperti dukun, paranormal, dokter,guru, tokoh yang menjadi idola, dan lain-lain. Apabila pengaruh tersebut diterima oleh seseorang berdasarkan pertimbangan rasional, maka disebut mativasi.
4.      Simpati merupakan kemampuan seseorang untuk merasakan diri dalam keadaan pihak lain. Misalnya seseorang merasa simpati pada sahabatnya yang sedang menerimah musibah. Simpati juga dapat diartikan sebagai ketertarikan terhadap pihak lain karena telah menampilkan tindakan atau perilaku yang sungguh berkenan dihati.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar